MEMILIH CALON PEMIMPIN MENURUT PERSPEKTIF ISLAM (bag,I)

Zulkifli SE
Negeri ini sebetulnya memiliki banyak calon pemimpin, namun untuk mencari profil pemimpin yang adil saat ini jauh dari harapan. Tetapi kita tidak boleh putus asa. Kita wajib berusaha semaksimal mungkin. Untuk memilih siapa wakil kita dan siapa pemimpin kita.
Saat ini, masyarakat provinsi Kepulauan Bangka Belitung disibukkan oleh geliat menjelang PILGUB 2012, Bakal Calon pun mulai disibukkan upaya mencari simpati masyarakat, ada yang melakukan dengan aksi nyata dan ada juga yang sekedar berwacana tentang kepemimpinan yang baik dengan mendiskriditkan yang lain. Banyak pendapat dikalangan masyarakat kita, bahwa seorang pemimpin harus begini, harus begitu dan macam-macam pendapat masyarakat tentang sosok pemimpin BABEL yang akan datang. Sebagai seorang muslim marilah kita coba tengok sejarah mengenai para pemimpin negeri ini, dan para pemimpin dunia yang terdahulu. Dan Islam telah mengajarkan pada kita sejak 14 abad yang lalu, bagaimana sebaiknya memilih seorang pemimpin.
Sejarah telah menunjukkan kepada kita, munculnya pemimpin-pemimpin dunia yang telah berhasil memimpin rakyatnya. Dan kita telah ditunjukkan bagaimana kepemimpinan Rasulullah saw. dalam memimpin umat Islam. Umat Islam juga pernah dipimpin para khalifah, sejak jaman Abu Bakar ash-Shidiq, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan sebagainya. Diantara para pemimpin itu Nabi Muhammad-lah yang pantas kita jadikan contoh seorang pemimpin. Bagaimana tidak? Hanya dalam kurun waktu tidak lebih dari 25 tahun beliau mampu mengubah jaman kegelapan menjadi terang. Dalam waktu singkat itu beliau mampu mendidik generasi yang akhirnya menelan dua “Super Power” saat itu, yaitu Imperium Romawi dan Kekaisaran Persia.
Apa yang menjadi kesuksesan Nabi Muhammad saw. memimpin saat itu? Jawabannya adalah keteladanan. Pada diri Rasulullah itu ada satu keteladanan yang baik.
Perkataan beliau merupakan wahyu Allah
Selain itu juga sikap beliau yang demokratis. Beliau memerhatikan dan merealisasikan saran-saran dari para sahabat, seperti pada saat menjelang perang Khandaq, beliau perhatikan saran sahabat untuk membuat parit di Kota Madinah. Beliau juga mendengarkan saran sahabat melakukan adzan sebagai panggilan sholat.
Tapi di sisi lain, Rasulullah juga bersikap tegas. Apa yang telah menjadi keputusannya dan diyakini kebenarannya, beliau tak goyah walau dikritik para sahabatnya. Seperti pada saat perjanjian Hudaibiyah. Hal itu menunjukkan karakter seorang pemimpin yang dimiliki Rasulullah, dan kemudian diikuti oleh para sahabatnya, seperti Abu Bakar ash-Shidiq, dengan sikap tegasnya, walau kualitas kepemimpinannya berbeda dengan Rasulullah saw.
Semua pemimpin Islam yang sukses mempunyai karakteristik yang sesuai karakteristik kepemimpinan Rasulullah, meskipun mungkin tidak sama persis 100%. Setiap spesifik karakter kepemimpinan pada diri seperti Khulafaur Rasyidin, Umar bin Abdul Aziz, ataupun Harun al Rasyid, sudah ada pada Rasulullah. Dengan demikian dapat dikatakan, pada diri Rasulullah terakumulasi karakteristik pemimpin yang sukses.
Tentunya untuk saat ini, tidak mudah bagi kita untuk memilih seorang pemimpin seperti Rasulullah saw. Tapi paling tidak kita bisa memilih pemimpin yang banyak meneladani sifat dan karakter kepemimpinan Rasulullah. Misalnya untuk kondisi Bangka Belitung saat ini mungkin diperlukan seorang pemimpin yang demokratis, tapi dapat bertindak tegas dalam mengambil keputusan yang tepat.
Ironis sekali memang kalau di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mayoritas umat Islam ini, tetapi masih meraba-raba siapa untuk kita jadikan pemimpin. Dan siapa orang-orang yang paling tepat dalam memimpin Bangka Belitung, lima tahun mendatang. Padahal sudah seharusnya umat Islam banyak belajar dan mengenal bagaimana kepemimpinan Rasulullah. (Bersambung)/Penulis adalah Zulkifli SE/Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE YPKP) Bandung

0 Comment "MEMILIH CALON PEMIMPIN MENURUT PERSPEKTIF ISLAM (bag,I)"