Keunikan
Gambus yang unik dan menarik bikinan Seniman Belitong Usni Mariosha akhirnya
dibawa oleh Senator dan Mantan Menteri Perdagangan Perancis Mr. Pierre Lelouche
serta Tri Tariat, Minister of conselour Indonesia For France ke Perancis.
Ketertarikan akan gambus buatan Usni ini tatkala, Grup Musik Kontemporer
Belitong ‘Dak Aci Mara’ menghibur kedatangan salah satu pejabat tinggi di
Perancis ini guna menyaksikan keindahan kawasan pulau Kepayang, dikecamatan
Sijuk Belitung, beberapa waktu yang lalu. Mantan Pejabat kementrian Perancis
ini sengaja datang ke Pulau ‘Belitung karena mendapat undangan dari
Senator anggota DPD RI Tellie Gozelie SE
ke Pulau Belitong.
Senator
asal Perancis ini tertarik karena melihat bentuk gambus bikinan Usni Mariosha
karena sangat unik dan berkesan. Lagi pula bahan yang dibuat dari ampas kayu
tak berguna menjadi bermanfaat. Kreativitas Usni mendapat epplaus dari mantan
pejabat kementerian perancis tersebut.
Sementara Usni Mariosha kepada
trawang mengaku gembira karena gambus yang dibuatnya mendapat penilaian yang
positif dari senator asal perancis tersebut. Bahkan Usni merasa bangga karena
gambusnya berharga dan dibawa ke negara asalnya. “Penghargaan atas diboyongnya
gambus berarti ia sangat menghargai kreativitas urang Belitong. Memang gambus
dibikin dari ampas berbagai jenis pohon tak terpakai lagi atau sudah menjadi
limbah, seperti pohon cempedak, pelaie,pohon durin dan
lain-lainnya. Usni berharap dirinya akan mengupayakan obsesinya untuk membuat
ukurang gambus yang lebih besar yang tentunya diambil dari ampas jenis pohon
yang sudah menjadi limbah. semoga terlaksana.*trawang
Sabtu
malam 13 April 2013, sekitar pukul 20.00
Wib, stasiun Matrix TV benar-benar menjadi milik penyanyi dan seniman Belitong.
Pasalnnya, disamping digelarnya wawancara oleh dua presenter cantik Matrix
TV, rupanya para seniman asal Belitong
didaulat untuk menyanyikan lagu-lagu khas Belitong. Kontan saja, antraksi pun
dilakukan. Seperti Jhoni Rodith, Gitaris beken yang sudah menasional ini
sembari memetik gitarnya dan menyanyikan lagu Belitong, De Rantau, dan Leju.
Sementara Sidik Said yang kerap
disapa Jhon Sidik menyanyikan dua lagu yang berjudul Kopi Manggar dan Jam
Gede. Sementara , Seniman lainnya asal Belitung ZAZ Sister Sainan- Saidan
menyanyikan lagu Berage dan Ini Baru Terase. Sedangkan pemain
keyboard Mas Eko pun ikut mengiringi
lagu-lagu khas Belitong. Kontan saja,
selama satu jam setengah Studio Matrix TV seakan-akan milik urang Belitong,
terutama para kalangan seniman Belitong.
Tak cukup disitu, Mansyur Ma’sud,
salah seorang pekerja seni melukis sketsa dua presenter cantik. Antraksi
tersebut membuat dua prensenter cantik terpukau-pukau dengan hasil lukisan dari
Mansur Mas’ud. Selain seniman hadir juga para pemerhati seni diantara Pudin dan
Junaidi Haminte. Junaidi Haminte pun menyanyikan sebuah lagu khas Belitong.
Sementara Sidik Said yang dihubungi
trawang membenarkan dirinya bersama rekan-rekan penyanyi dan para seniman
Belitong datang ke Matrikx TV, sebuah telivisi di Jakarta. *trawang